Senin, 18 Juli 2016

KURAP

Kurap adalah penyakit yang menyerang kulit dan disebabkan oleh jamur. Selain menyerang kuku, tubuh bagian atas dan kepala, penyakit ini juga dapat muncul di selangkangan dan kaki. Kurap yang juga dikenal dengan istilah ‘tinea’ ini termasuk penyakit yang umum dan dapat menyerang siapa saja, terutama anak-anak.
Gejala kurap yang paling mudah dikenali adalah munculnya ruam kemerahan berbentuk cincin dengan garis luar yang tidak beraturan. Ruam ini biasanya terasa sangat gatal dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Jika terjadi pada pria muda, kurap sering ditemukan di daerah selangkangan.

Obat Antijamur Untuk Mengatasi KurapKurap dapat diatasi dengan obat antijamur dalam bentuk salep yang dijual bebas. Tetapi Anda dianjurkan untuk mengonsumsi tablet antijamur yang biasanya memerlukan resep dokter jika gejala yang Anda alami parah, tidak kunjung sembuh atau terjadi di kulit kepala. Khusus untuk kurap di kulit kepala, Anda dianjurkan untuk menggunakan sampo antijamur agar dapat mencegah penyebaran infeksi.

Cara Penularan dan Langkah Pencegahan Penyebaran Kurap
Kurap memang tidak berbahaya, tapi sangat mudah menular. Penyakit ini dapat menyebar melalui kontak langsung melalui kulit dan berbagi penggunaan barang pribadi, misalnya sikat gigi, handuk, serta pakaian. Karena itu, cara utama untuk mencegah penularan kurap adalah dengan menjaga kebersihan Anda. Hal ini dapat Anda lakukan melalui langkah mudah seperti sering mencuci tangan serta rajin membersihkan rumah.
Selain penularan dari manusia, hewan peliharaan yang terkena kurap juga dapat menularkannya kepada Anda. Segera periksakan hewan peliharaan Anda ke dokter hewan jika Anda menduga hewan tersebut mengidap kurap.

Gejala Kurap
Gejala utama kurap yang paling mudah dikenali adalah munculnya ruam kemerahan yang berbentuk cincin dengan garis luar yang tidak beraturan. Ruam ini terasa bersisik dan gatal. Lingkaran ruam kurap juga dapat melebar dan muncul di bagian tubuh mana saja. Jika tingkat keparahannya meningkat, ruam tersebut akan membentuk benjolan dan melepuh.

Jamur Pada Tubuh Bagian Atas
Beberapa gejala yang muncul pada kurap yang menyerang tubuh adalah ruam merah berbentuk lingkaran pada kulit. Ruam tampak merah karena kulit yang terinfeksi sedang mengalami iritasi, sementara kulit di bagian dalamnya bisa tampak biasa.
Tingkat gejala ini dapat bertambah parah dan menyebabkan cincin bertambah banyak, melebar, lalu menggabungkan diri. Garis lingkarannya juga bisa terasa menonjol dan kulit di bawah ruam terasa gatal sebelum muncul luka melepuh dan bernanah di sekitar garis lingkaran.

Jamur Pada Kulit kepala
Gejala-gejala umum yang terjadi pada kurap di kulit kepala meliputi munculnya area kecil yang bersisik pada kulit yang terasa perih, terbentuknya pitak akibat kerontokan, serta kulit kepala yang gatal. Tetapi jika bertambah parah, biasanya akan muncul luka kecil bernanah dan sisa luka yang mengeras. Terkadang juga muncul kerion, luka besar yang bengkak. Luka ini dapat mengeluarkan nanah dan menyebabkan penderita demam serta mengalami pembengkakan kelenjar getah bening.
Jamur Pada Bagian Tubuh Lain
Selain tubuh dan kulit kepala, kurap juga dapat tumbuh di kaki, selangkangan, dan kuku. Kurap yang muncul di selangkangan akan menimbulkan ruam merah kecokelatan. Ruam ini akan terasa gatal dan bisa muncul pada paha bagian dalam dan sekitar bokong. Kulit yang teriritasi juga dapat bersisik dan terkelupas. Pada sekitar lingkaran ruam, luka melepuh dan bernanah juga bisa terbentuk.
Sementara kurap yang menyerang kaki akan menyebabkan ruam yang gatal, kering, dan terkelupas di antara jari kaki. Pada kasus yang parah, gejalanya dapat meliputi kulit pecah-pecah di bagian yang terinfeksi serta kulit bersisik pada tumit dan sisi kaki. Selain perubahan tekstur kulit, jenis kurap ini dapat menyebabkan luka melepuh, serta sensasi terbakar atau perih pada kulit.
Kurap pada selangkangan dan kaki terkadang bisa terjadi secara bersamaan. Hal ini dapat terjadi karena penderita biasanya tidak sengaja memindahkan spora jamur dari kaki ke selangkangan atau sebaliknya, misalnya saat memakai celana atau ke toilet.
Jika muncul di kuku, kurap akan menyebabkan kuku menebal, berubah warna, menjadi rapuh, dan mudah copot. Bagian tepi kuku juga terkadang bisa terasa perih akibat iritasi.
Penyebab Kurap
Penyebab kurap adalah jamur dermatofit yang dapat bertahan hidup di kulit. Jamur ini hidup dari keratin yang menjadi bahan dasar jaringan lapisan kulit, rambut, serta kuku manusia.
Penyebaran spora jamur tersebut dapat melalui kontak langsung dengan manusia, hewan, objek, atau bahkan tanah. Selain itu, ada beberapa kelompok orang yang memiliki risiko yang lebih tinggi untuk tertular kurap. Di antaranya, anak-anak, manula, orang yang mengalami obesitas, penderita diabetes tipe 1, orang yang mengalami aterosklerosis, orang yang pernah mengidap infeksi jamur sebelumnya, orang dengan sirkulasi darah yang buruk, dan orang dengan sistem kekebalan menurun seperti penderita HIV atau pengguna tablet steroid.

Pengobatan Kurap
Langkah pengobatan untuk kurap tergantung kepada jenis dan tingkat keparahan, tapi umumnya memerlukan penanganan sendiri sekaligus obat-obatan antijamur.
Langkah Perawatan di Rumah
Untuk mempercepat kesembuhan, kurap membutuhkan perawatan sederhana di rumah. Langkah perawatan ini bisa dilakukan dengan:
  • Mengenakan pakaian yang longgar dan berbahan lembut seperti katun agar tidak memperparah iritasi kulit.
  • Membersihkan bagian yang terinfeksi secara teratur dan menjaganya agar tetap kering.
  • Mengganti dan mencuci pakaian, handuk, seprai sesering mungkin selama terinfeksi.
Obat Antijamur
Jika mengidap kurap pada tubuh bagian atas dan selangkangan, Anda dapat mengatasinya dengan krim, salep, atau obat semprot antijamur. Obat-obatan ini bisa didapat di apotek terdekat dan tidak membutuhkan resep dokter.
Tetapi jika Anda mengalami gejala-gejala yang tidak kunjung sembuh setelah diobati selama 10-14 hari, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter karena Anda mungkin membutuhkan tablet antijamur. Jenis obat minum yang biasanya diberikan dokter adalah terbinafine, griseofulvin atau itraconazole. Tetapi konsumsi itraconazole tidak dianjurkan untuk anak-anak, manula, dan penderita gangguan hati.
Tablet terbinafine dan griseofulvin juga digunakan untuk mengobati kurap di kulit kepala, tapi harus dikombinasikan dengan sampo antijamur. Penggunaan sampo antijamur bukan untuk menyembuhkan, melainkan untuk mencegah penyebaran infeksi sehingga membantu proses kesembuhan.
Begitu juga dengan kurap di kuku, penderita dianjurkan untuk mengatasi penyakit ini dengan konsumsi tablet antijamur atau/dan kuteks antijamur.
Pencegahan Kurap
Langkah pencegahan utama untuk kurap adalah dengan menjaga kebersihan, misalnya dengan:
  • Mandi dan keramas secara teratur, terutama jika Anda menggunakan kendaraan umum.
  • Menjaga kebersihan kuku.
  • Sering mencuci tangan, terutama setelah keluar rumah atau memegang hewan peliharaan.
  • Rutin mencuci pakaian, handuk, dan seprai.
  • Membersihkan rumah secara teratur, terutama ruangan yang sering digunakan bersama-sama seperti kamar mandi, ruang tamu, serta kamar tidur.
  • Selalu mengenakan alas kaki saat keluar rumah dan saat menggunakan fasilitas umum, misalnya kamar mandi hotel, toilet pantai, atau taman di dalam komplek rumah.
  • Tidak berbagi penggunaan barang pribadi, misalnya sikat gigi, topi, handuk, atau pakaian. Langkah ini juga sebaiknya Anda ajarkan kepada anak karena kurap lebih sering menyerang anak-anak.
  • Jangan memegang hewan liar, terutama yang bulunya pitak. Anda juga sebaiknya membawa hewan piaraan ke dokter hewan jika mencurigainya mengidap kurap.
Jika Anda yang mengidap kurap, langkah-langkah berikut akan sangat berguna untuk mencegah penyebarannya pada orang-orang di sekitar Anda.
  • Jangan berbagi barang pribadi seperti handuk dengan orang lain.
  • Mencuci pakaian, seprai, serta handuk secara terpisah dan dengan air panas.
  • Memastikan orang-orang di sekitar pengidap untuk sering mencuci tangan.
  • Jangan menggaruk bagian yang terinfeksi karena dapat menyebarkan jamur ke bagian lain tubuh.

Minggu, 17 Juli 2016

CAMPAK

CAMPAK
 

Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang termasuk ke dalam golongan paramixovirus. Campak sangat menular. Biasanya gejalanya berupa naiknya suhu tubuh, batuk, nyeri tenggorokan, nyeri otot, hingga ruam pada kulit. Gejala ini muncul sekitar 7-14 hari setelah terinfeksi virus.
Penularan
 
Campak menular melalui cairan ludah dari penderita ketika batuk ataupun bersin.
 
Cara Pencegahan
Melakukan vaksinasi ketika masih usia balita.
Bercak atau ruam berwarna merah-kecokelatan akan muncul di kulit setelah beberapa hari kemudian. Urutan kemunculan bercak ini dari belakang telinga, sekitar kepala,  kemudian ke leher. Pada akhirnya ruam akan menyebar ke seluruh tubuh.
Sebaiknya Anda segera menghubungi dokter, klinik, atau rumah sakit terdekat jika mencurigai anak Anda menderita campak. Diagnosis campak bisa dilakukan dengan melihat gejala-gejala yang muncul. Tapi untuk memastikan diagnosis campak, sampel air liur diambil untuk tes.
Penyakit ini disebut juga rubeola atau campak merah. Telah tersedia vaksin untuk mencegah penyakit ini. Vaksin untuk campak termasuk dalam bagian dari vaksin MMR (campak, gondongan, campak Jerman).
Penderita Campak di Indonesia
Program imunisasi campak di Indonesia dimulai tahun 1982. Menurut Riskesdas tahun 2010, anak-anak Indonesia berusia 1-2 tahun yang mendapat imunisasi campak mencapai rata-rata 74,4 persen. Sedangkan, capaian imunisasi campak di Indonesia hingga bulan Desember tahun 2013 adalah sebesar 90,82%. Meski capaian imunisasi campak di Indonesia telah mencakupi 90%, WHO melaporkan terdapat sekitar 6,300 kasus campak di Indonesia pada tahun 2013.
 
Penyebaran Virus Campak
Bagi penderita campak, virus campak ada di dalam percikan cairan yang dikeluarkan saat mereka bersin dan batuk. Virus campak akan menulari siapa pun yang menghirup percikan cairan ini.
Virus campak bisa bertahan di permukaan selama beberapa jam, akibatnya, virus ini bisa bertahan menempel pada benda-benda. Saat kita menyentuh benda yang sudah terkena percikan virus campak, lalu menempelkan tangan ke hidung atau mulut, kita bisa ikut terinfeksi.
Campak lebih sering menimpa anak-anak berusia di bawah lima tahun. Tapi pada dasarnya semua orang bisa terinfeksi virus ini, terutama yang belum pernah terkena campak atau yang belum mendapat vaksinasi campak.
 
Pengobatan Penyakit Campak
Sistem kekebalan tubuh manusia secara alami akan melawan infeksi virus ini, tapi jika komplikasi terjadi atau infeksi campak menjadi sangat parah, mungkin diperlukan perawatan dan pengobatan campak di rumah sakit. Untuk mempercepat proses pemulihan, terdapat beberapa hal yang bisa membantu:
•Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi.
•Banyak istirahat dan hindari sinar matahari selama mata masi sensitif terhadap cahaya.
•Minum obat penurun demam, dan obat pereda sakit serta nyeri. Tapi jauhkan aspirin jika anak Anda di bawah usia 16 tahun.
 
Komplikasi yang Muncul Akibat Campak
Komplikasi dari campak bisa sangat berbahaya. Meski jumlah penderita komplikasi campak cukup sedikit, penyakit ini harus tetap diwaspadai. Contoh komplikasi akibat campak adalah radang pada telinga, bronkitis, infeksi paru-paru (pneumonia) dan infeksi otak (ensefalitis). Kelompok orang yang berisiko mengalami komplikasi adalah:
•Bayi di bawah usia satu tahun.
•Anak-anak dengan kondisi kesehatan buruk.
•Orang dengan penyakit kronis.
•Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
 
Pencegahan Terhadap Campak
Vaksinasi MMR adalah vaksin gabungan untuk campak, gondongan, dan campak Jerman. Vaksinasi MMR diberikan dua kali. Pertama diberikan ketika anak berusia 15 bulan dan dosis vaksin MMR berikutnya diberikan saat mereka berusia 5-6 tahun atau sebelum memasuki masa sekolah dasar. Vaksin memiliki fungsi yang cukup penting dalam mencegah campak.

SENDI




SENDI

Sendi adalah pertemuan dua buah tulang atau beberapa tulang kerangka.


JENIS-JENIS SENDI
  • Jenis-jenis (klasifikasi) sendi berdasarkan gerak/fungsinya :
  • Synarthrosis (sendi mati) yaitu sendi yang tidak dapat bergerak.
  • Amphiarthrosis (sendi dengan pergerakan terbatas) yaitu sendi yang pergerakannya sedkit
  • Dyarthrosis (sendi sinovial) yaitu sendi yang pergerakannya bebas
  • Jenis-jenis (klasifikasi) persendian menurut struktural :
  • Sendi Fibrosa
  • Sendi Tulang Rawan (kartilago)
  • Sendi Sinovial
Klasifikasi struktural
  • Sendi Fibrosa
  • Tulang yang membentuk sendi ini terhubung dengan materi fibrosa yang keras.
  • Susunan sendi seperti ini menyebabkan tidak ada pergerakan.
  • Sutura
  • Syndesmosis
  • Gomphosis
  • Sendi Kartilago
  • Sendi ini dibentuk oleh bantalan fibro-kartilago, materi keras yang bekerja sebagai shock absorber. Sendi hanya dapat sedikit digerakkan.
  • Diskus intervertebra
  • Simfisis pubis

Sendi Sinovial
Sendi ini ditandai dengan adanya kapsul atau ruang antara tulang yang membentuk persendian.Ujung tulang ini saling berkaitan eratoleh jaringan fibrosa dan kapsul dilubrikasi oleh sedikit cairan. Sendi ini memfasilitasi gerakan yang leluasa. Struktur sendi sinovial dan ekstra-kapsular

Jenis sendi sinovial: digolongkan menurut rentang gerakan yang mungkin dan terdiri atas sendi-sendi berikut:
  • Sendi lesung (ball and socket joint). Satu ujung kepala tulang masuk kedalam suatu cekungan dan memungkinkan gerakan ke berbagai arah.Gerakan ini meliputi fleksi, ekstensi, abduksi, adduksi, rotasi, dan sirkumduksi.
  • Sendi engsel ujung sendi tulang seperti engsel pintu sehingga gerakannya terbatas. Fleksi dan ekstensi, lengan atas, lutut, tumit, falang dan jari tangan serta sendi jari kaki.
  • Sendi selongsor (gliding joint). Permukaan sendi tampak gepengatau sangat sedikit melengkung, gerakan yang dilakukan sangat terbatas. Misalnya sendi antara karpal di pergelangan tangan,tulang tarsal, prosesus vertebra spinal.
  • Sendi putar(pivot joint). Sendi ini memungkinkan tulang atau ekstremitas untuk berotasi. Misalnya gerakan kepala berotasi.
  • Sendi kondiloid. Kondil sendi masuk kedalam soket sendi. Misaknya kondil tulang, oksipital masuk kedalam depresi atlas.Sendi pelana. Meyerupai duduk diatas pelana. Misalnya, mantara trapezium pergelangan tangan dan tulang metakarpal pertama dan oposisi ibu jari.

Klasifikasi fungsi/gerak
  • Sendi Synarthrosis (sendi mati). Sendi ini dibungkus dengan jaringan ikat fibrosa atau kartilago.
  • Sutura, dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosa,yang hanya terdapat pada tengkorak contohnya sutura sagital dan pariental
  • Sinkondrosis, dihubungkan dengan kartilago hialin. Misalnya epifisis dan diafisis semntara pada anak.
  • Sendi Amfiartosis. Sendi ini memungkinkan gerakan terbatas sebagi respon terhadap torsi dan kompresi.
  • Simfisis, sendi yanga kedua tulangnya dihubungkan dengan diskus kartilago, menjadi bantalan sendi dan terjadinya sedikit gerakan. Misalnya  simpisis pubis
  • Sindesmosis, terbentuk saat tulang-tulang yang berdekatan dihubungkan dengan serat-serat jaringan ikat kolagen.  Misalnya tulang yang bersisihan seperti radius dan ulnaSendi diartosis (sinovial). Sendi ini memiliki rongga sendi yang berisi cairan sinovial.
  • Sendi sferoidal
  • Sendi engsel
  • Sendi kisar
  • Sendi kondiloid
  • Sendi pelana
  • Sendi peluru
MACAM-MACAM SENDI DAN FUNGSINYA

Sendi Sinovial Utama Ekstremitas
Dibagi menjadi:
•Sendi ekstremitas atas (superior)
-Sendi bahu : persendian atara tulang humerus denagn tulang scapula. Disebut  art glenohumerale
(shoulder joint)
-Sendi siku : persendian atara tulang humerus dengan tulang radius dan ulna. Disebut art articulation cubiti (elbow joint)
-Sendi pergelangan tangan : persendian antara tulang radius dan ulna dengan os carpal. Disebut art radiocarpaea (wrist joint)
•Sendi ekstremitas bawah (inperior)
-Sendi panggul ( pangkal paha) : persendian antara tulang femur dengan os coxae. Disebut art coxae (hip joint)
-Sendi lutut : persendian antara tulang femur dengan tibia. Disebut art Genue (knee joint)
-Sendi pergelangan kaki : persendian antara tulang tibia dan fibula dengan os tarsal. Disebut art talocrural (ankle joint)

ORGAN PENDENGARAN



HISTOLOGI ORGAN PENDENGARAN


 TELINGA (AURIS)
•   Adalah organ khusus yang mengandung struktur-struktur yang berperan dalam pendengaran, keseimbangan dan pemeliharaan keseimbangan.
BAGIAN-BAGIAN TELINGA
•       TELINGA LUAR (AURICULA), yang menerima gelombang suara
•       TELINGA TENGAH (AURIS MEDIA), tempat gelombang suara diteruskan dari udara ke cairan telinga dalam melalui serangkaian tulang kecil
•       TELINGA DALAM, tempat dimana gerakan cairan ini diubah menjadi impuls saraf spesifik yang berjalan melalui nervus acusticus ke SSP

TELINGA LUAR (AURICULLA)
1. Aurikula (Pinna)
•       Lempeng yang tak teratur di tulang rawan elastis
2. Meatus Auditoris Eksternus
•       Saluran yang agak gepeng dari permukaan sampai ke dalam tulang temporalis
•       Terdapat
•       folikel rambut
•       Kelenjar sebasea
•       Kelenjar serumminosa di dalam submukosa seperti serumen/“lilin” telinga untuk protektif

TELINGA TENGAH (AURIS MEDIA)
•       Membran timpani
Meneruskan gel. Suara ke tulang pendengaran
•       Tuba auditorius
yang menghubungkan dengan faring untuk keseimbangan
•       Tulang pendengaran
Maleus, inkus, stapes untuk meneruskan getaran mekanis yang dihasilkan membran timpani ke telinga dalam
maleus sejajar dengan membran timpani dan stapes sejajar dengan membran tingkap lonjong
•       Tingkap lonjong dan bundar

TELINGA DALAM
•       Labirin Oseosa
rongga di tulang temporalis dibelakangnya, 3 kanalis semisirkularis => duktus semisirkularis,  koklea anterolateral => duktus koklearis koklea besarnya 2,5 putaran yang mengelilingi bagian pusat tulang
•       Labirin Membranosa
•       Rongga selapis epitel yang berasal dari ektoderm
•       Membranosa :
                Duktus semisirkularis => utrikulus
                Duktus koklearis => sacculus => Organ Corti

ORGAN CORTI
•       Sel rambut luar (OHC, outer hair cell)
terdapat dalam tiga baris didekat fenestra ovalis, yang bertambah hingga lima baris di dekat apeks koklea memiliki sebuah susunan linear stereosilia panjang
•       Sel rambut dalam (IHC,inner hair cell)
memiliki sebuah susunan linear stereosilia pendek
•       Sel penyokong
Sel pilar, dibuat kaku oleh berkas keratin dan membatasi sebuah raungg segitiga berbentuk corong diantara sel rambut dalam dan luar, struktur penting pada transduksi sinyal sel falang, mengelilingi dan menyokong langsung sel rambut dalam dan luar

Sabtu, 16 Juli 2016

ENZIM

ENZIM SISTEM PENCERNAAN


RONGGA MULUT (CAVITAS ORIS)
•Enzim Ptialin/Amilase
Untuk mencerna amilum --> monosakarida
•Enzim Lipase
Untuk memecah lipid --> gliserol dan asam lemak 



LAMBUNG (GASTER)
•Enzim Pepsin
untuk memecah protein --> asam amino
memutuskan ikatan pepton pada protein
•Enzim Renin
untuk mengendapkan protein pada susu
•Enzim asam HCL
untuk mengaktifkan pepsinogen -->Pepsin
•Enzim Lipase
untuk memecah lipid --> gliserol dan asam lemak 

USUS HALUS (INTESTINUM TENUE)
•Enzim Erepsinogen
Erepsin yang belum aktif --> erepsin
Erepsin mengubah pepton --> asam amino
•Enzim disakarase
Menguraikan disakarida --> monosakarida
•Enzim Lipase
Untuk memecah lipid --> gliserol dan asam lemak
•Enzim Enterokinase
Mengaktifkan tripsinogen --> tripsin
•Enzim Laktase
Mengubah Laktosa --> glukosa
•Enzim Maltase
Mengubah maltaso --> glukosa
•Enzim Peptidase
Mengubah polipeptida --> asam amino
•Enzim Sukrase
Mengubah sukrosa --> fruktosa & glukosa